Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

--

JAMU KUAT SEKS PRIA

Gasa Foredi



Produk Kesehatan Untuk Wanita! Baca Lengkap di sini : GLUTERA Glutathione Indonesia



Sabtu, 21 November 2009

Teknik-Teknik Pemantauan dalam Penelitian Tindakan

Diposkan oleh sunny

Teknik-Teknik Pemantauan dalam Penelitian Tindakan
Banyak teknik yang dapat digunakan untuk melakukan pemantauan dalam
penelitian tindakan. Penggunaan setiap teknik tentu saja ditentukan oleh sifat
dasar data yang akan dikumpulkannya. Teknik-teknik yang dimaksud disajikan
berikut ini.

1. Catatan Anekdot
Catatan anekdot adalah riwayat tertulis, deskriptif, longitudinal tentang
apa yang dikatakan atau dilakukan perseorangan dalam kelas Anda dalam suatu
jangka waktu. Deskripsi akurat ditekankan untuk meenghasilkan gambaran umum
yang layak untuk keperluan penjelasan dan penafsiran. Deskripsi tersebut
biasanya mencakup konteks dan peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah
peristiwa yang gayut dengan persoalan yang diteliti. Metode ini dapat diterapkan
pada kelompok dan individu.

2. Catatan Lapangan
Teknik ini sejenis dengan catatan anekdot, tetapi mencakup kesan dan
penafsiran subjektif. Deskripsi boleh mencakup referensi misalnya pelajaran yang
lebih baik, perilaku kurang perhatian, pertengkaran picik, kecerobohan, yang tidak
disadari oleh guru atau pimpinan terkait. Seperti halnya catatan anekdot, perhatian
diarahkan pada persoalan yang dianggap menarik.

3. Deskripsi Perilaku Ekologis
Teknik ini kurang terarah pada persoalan jika dibandingkan dengan teknik
pertama di atas. Teknik ini berusaha untuk mencatat observasi dan pemahaman
terhadap urutan perilaku yang lengkap. Tingkat-tingkat deskripsi yang berbeda
dapat dipakai, misalnya dalam situasi belajar-mengajar:

- Kelas dalam suasana serius, tetapi tawa meledak
- Seorang siswa bernama Toni mendeskripsikan hobinya dalam acara
“tunjukkan dan katakan”
- Dengan kakinya diseret di lantai dan kedua tangannya saling
menggenggam di punggung seorang siswa …

Deskripsi sebaiknya mengurangi penafsiran psikologis dan terminologis,
seperti telah disinggung di atas. Misalnya, ketika seorang siswa diamati tertawa
terbahak-bahak, peneliti tidak boleh memberi komentar tentang maksud tertawa
siswa tersebut. Atau ketika beberapa siswa menolak mengerjakan tugas, peneliti
tidak boleh menafsirkan bahwa penolakan tersebut karena malas atau alasan lain.
Kecenderungan untuk memberikan penilaian seperti ini banyak dialami oleh
peneliti pemula. Mereka belum terlatih untuk menunda penilaian sampai refleksi
dilakukan.

4. Analisis Dokumen
Gambaran tentang persoalan, sekolah atau bagian sekolah, kantor atau
bagian kantor, dapat dikonstruksi dengan menggunakan berbagai dokumen: surat,
memo untuk staf, edaran untuk orangtua atau karyawan, memo guru atau pejabat,
papan pengumuman guru, papan pengumuman siswa, pekerjaan siswa yang
dipamerkan, garis besar, tes formal dan informal, publikasi siswa atau karyawan,
kebijaksanaan, dan/atau peraturan. Dokumen-dokumen ini dapat memberikan
informasi yang berguna untuk berbagai persoalan.

5. Catatan Harian
Catatan harian adalah riwayat pribadi yang dilakukan secara teratur
seputar topik yang diminati atau yang diperhatikan. Catatan harian mungkin
memuat observasi, perasaan, reaksi, penafsiran, refleksi, dugaan, hipotesis, dan
penjelasan. Persoalan mungkin berkisar dari riwayat tentang pekerjaan siswa atau
karyawan individual sampai pemantauan diri tentang perubahan dalam metode
mengajar atau metode pengawasan. Siswa atau karyawan dapat didorong untuk
membuat catatan harian tentang topik yang sama untuk memperoleh perspektif
alternatif.

Catatan harian dapat digunakan untuk salah satu atau beberapa tujuan
berikut:

- merekam secara teratur informasi faktual tentang peristiwa, tanggal dan
orang, dengan klasifikasi judul, misalnya Kapan? Di mana? Siapa? Yang
mana? Bagamana? Mengapa? Data yang direkam dapat membantu peneliti
merekonstruksi urutan waktu atau peristiwa sebagaimana terjadi.
- Aide mémoire untuk merekam catatan pendek tentang penelitian yang
sedang dilakukan untuk refleksi kemudian.

- Memotret secara rinci peristiwa dan situasi tertentu yang memberikan data
deskriptif lengkap yang akan digunakan untuk laporan lengkap tertulis
- Catatan introspektif dan evaluatif-diri di mana peneliti mencatat
pengalaman, pemikiran, dan perasaan pribadi dalam rangka memahami
penelitiannya.

6. Logs
Teknik ini pada dasarnya sama dengan catatan harian tetapi biasanya
disusun dengan mempertimbangkan alokasi waktu untuk kegiatan tertentu,
pengelompokan kelas, dan sebagainya. Kegunaannya ditingkatkan jika mencakup
komentar seperti yang terdapat dalam catatan harian tentang organisasi dan
peristiwa lain.

7. Kartu Cuplikan Butir
Teknik ini mirip dengan catatan harian tetapi sekitar enam kartu digunakan
untuk mencatat kesan tentang sejumlah topik, satu untuk satu kartu. Misalnya:
satu set kartu boleh mencakup topik-topik seperti pendahuluan pelajaran, disiplin,
kualitas pekerjaan siswa, efisiensi penilaian, kontak individual dengan siswa, dan
perilaku seorang siswa. Kartunya dikocok dan catatan harian dibuat untuk satu
topik setiap harinya, dan dengan demikian membangun gambaran tentang semua
persoalan sebagai dasar refleksi tanpa resiko memberikan tekanan terlalu berat
atau menimbulkan kebosanan dengan aspek tertentu.

Bersambung, untuk lanjutannya, Klik di sini...

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Posts Relacionados:

Comente!!

Poskan Komentar

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Gasa Foredi

By Dicas Blogger e Blog Belajar Menulis